Rabu, 27 Juli 2016

Pakistan


Pakistan adalah negara dengan populasi Muslim terbanyak kedua di dunia setelah Indonesia. Letak geografisnya yang berbatasan dengan negara Iran, India, Afghanistan, dan Cina, membuat Pakistan memiliki keunikan tersendiri. Di negeri ini, terdapat aneka panorama wisata dengan sentuhan budaya Islam.
Kalau Anda ingin menyelami keindahan arsitektur Islam, datanglah ke Pakistan. Di negeri ini, banyak sekali warisan budaya Islam yang layak dinikmati sebagai objek wisata. Misalnya, di kota Lahore yang dikenal sebagai jantung budaya Pakistan. Di kota tepian Sungai Ravi ini, terdapat beberapa bangunan bersejarah. Di antaranya monumen Royal Fort, Masjid Wazir Khan, Taman Shalimar, dan Makam Jehangir.
Beberapa peninggalan sejarah tersebut merupakan bukti bahwa dulu ada peradaban kuno dengan munculnya sejumlah dinasti, seperti Dinasti Gaznevis [1021-1186], Ghoris [1186-1202], dan Mughal [1524-1764]. Tak hanya itu, situs-situs bersejarah pun bisa ditemui di kawasan Pakistan Selatan, tepatnya di Lembah Indus. Di kawasan ini dulu pernah ada peradaban kuno yang dikenal dengan peradaban Sungai Indus [2800-1800 SM]. Di kawasan ini, terdapat sisa peninggalan budaya yang disebut dengan peninggalan budaya Harappa. Selain Harappa, ada juga kota tua Moenjodaro. Kota ini disebut-sebut sebagai kota kuno paling spektakuler di dunia. Di sini terdapat bangunan-bangunan yang terbuat dari bata lumpur, juga benteng, istana, dan gedung sekolah bagi para imam. Situs kota Moenjodaro ini ditemukan pada tahun 1922 dan ditetapkan sebagai warisan dunia yang harus dilestarikan.
Pakistan termasuk negeri yang terlewati Jalur Sutra [Silk Road], yang dikenal sebagai jalur perdagangan dari Timur Tengah menuju daratan China. Untuk menghidupkan jalur ini untuk kepentingan wisata, pemeritah Pakistan membangun jalan khusus, yang dikenal dengan Jalan Raya Karakoram. Jalan di area pegunungan ini mempermudah wisatawan yang ingin mengunjungi kawasan jalur sutra lainnya di luar negeri Pakistan, yakni kawasan Muslim Xinjang, China, negeri Kirgiztan, Tajikistan, Kazahktan, dan Uzbekistan.
Secara domestik, jalan Karakoram menjadi penghubung beberapa tempat wisata menarik di kawasan Pakistan Utara, yang menebarkan pesona wisata alam pegunungan. Di daerah ini, lembah dan gletser menyatu padu menampilkan pemandangan gunung bersalju dengan ketinggian bervarisasi, antara 1.000 meter sampai 800 meter. Gilgit, Huzna, dan Skardu adalah lembah yang kabarnya banyak dikunjungi wisatawan mancanegara karena keelokan dan suasananya yang memukau.
Daya tarik kawasan ini kian lengkap dengan budaya penduduknya. Tak jarang, mereka menyelenggarakan tarian dan musik rakyat bagi para pelancong yang kebetulan ingin sekedar berwisata atau menikmati barisan gunung tinggi. Di antaranya gunung K2 [8.611 meter – gunung tertinggi kedua di dunia] dan gunung Nanga Parbat [8.126 meter]. Dua gunung paling mencuri perhatian wisatawan yang melancong ke Pakistan Utara.
Secara geografis, Pakistan Utara berada pada wilayah dataran tinggi. Jadi, tak hanya gunung-gunung tinggi yang menjadi ciri khas alamnya, tetapi juga beberapa gletser yang jaraknya bisa puluhan kilometer. Di antaranya adalah gletser Siachen [72 km], Batura [64 km], Hispar [61 km], dan Biafo [64 km]. Kawasan gletser ini sering dipakai wisatawan untuk olahraga ski dan kereta anjing.
Dengan perpaduan panorama budaya dengan alam, Pakistan dikenal dengan “negeri seribu petualangan”. Dataran tinggi di kawasan utara sampai dataran rendah di kawasan selatan, kota Karachi, yang berbatasan dengan Laut Arab, membuat Pakistan menjadi pilihan bagi wisatawan yang suka bertualang.
Setiap tahun, terutama pada masa liburan, banyak pelancong dari berbagai negara berkunjung ke Pakistan hanya untuk trekking, arung jeram, berburu babi hutan, dan bersafari. Aneka satwa liar pun bisa ditemui di negeri ini. Satwa ini berbaur dengan keindahan flora di daerah bersalju, hutan, dan tumbuhan di sepanjang garis pantai kawasan Karachi. Sedangkan wisatawan yang ingin berlayar ke lepas pantas Laut Arab dari pantai Karachi, kalau beruntung, bisa menemukan paus biru, yang dianggap sebagai binatang mamalia terbesar di dunia.
Ya, Karachi boleh dibilang kota internasional. Kota besar di Pakistan ini seringkali menjadi transit para pelancong yang akan ke kawasan wisata di Pakistan. Maklum, Karachi memiliki bandara kelas internasional. Banyak maskapai penerbangan luar negeri yang memilih Karachi sebagai transit penerbangan internasional. Selain menuju kota Karachi, wisatawan pun tak sulit untuk melakukan penerbangan ke kota Islamabad dan Lahore. Syaratnya mereka harus terbang dari Bangkok, Dubai, Jeddah, Beijing, London, Copenhagen, Frankfurt, Paris, dan New York. Dengan banyaknya akses penerbangan dari beberapa kota penjuru dunia ini, Pakistan memang layak disebut magnet wisata di Asia Selatan.

Selasa, 19 Januari 2016

KARISMA - #AssalamualaikumUkhti Part 1


#AssalamualaikumUkhti
“Ukhti, ana mau tanya, apa hukumnya jika ada Ikhwan yang berjanji akan menikahi kita tapi nanti setelah kita sama-sama sudah siap, sedangkan sekarang kami berdua masih kuliah?. Jazakillah sebelumnya.
Wa’alaikumsalam warrahmatullahi wabarakatuh.
Saudariku, Ukhti Nissa...
Dalam Islam hukum berjanji sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an lihat QS. An-Nahl ayat 91, dan menunaikan janji itu merupakan salah satu ciri dari orang yang beriman. Sedangkan ingkar janji adalah perbuatan syetan dan salah satu sifat Bani Israil.
Sedangkan untuk janji yang diucapkan seorang Ikhwan yang bukan dalam status mengkhitbah, itu tidak bersifat mengikat seorang Akhwat. Jadi masih boleh sang Akhwat menikah dengan orang lain yang benar-benar mengkhitbahnya secara syar’i, karena itu hanya sekedar janji bukan khitbah yang hukumnya sudah jelas.
Dan dalam Islam tidak dikenal janji yang seperti itu, dan memang tidak ada kekuatan hukumnya. Karena hal itu tidak ubahnya seperti mereka yang berpacaran, dan janji-janji sepasang kekasih yang belum ada ikatan itu tidak memiliki dasar hukum, lain halnya dengan KHITBAH yang meski belum halal, tapi paling tidak sudah berbentuk semi ikatan, sebelum dilakukannya prosesi Ijab. Dan jika seorang Akhwat telah dikhitbah oleh seseorang maka orang lain tidak boleh lagi mengajukan lamaran padanya.
Jadi kesimpulan yang bisa ana bagi, apabila memang Ukhti Nissa dan Ikhwan tersebut belum siap untuk menikah, maka sebaiknya tidak dulu terlalu memberi perhatian akan masalah ini. dan sebisa mungkin dihindari dulu hubungan dengan lawan jenis dalam bentuk apapun yang akan menimbulkan dosa. Karena untuk masalah jodoh atau pasangan hidup kita kelak semua itu telah ditetapkan oleh Allah Ta’Alla secara pasti, jadi untuk sementara waktu ini hendaklah Ukhti hanya fokus menjalani kuliah dan memperbanyak kualitas ibadahnya, agar kelak dipertemukan dengan pasangan seperti yang anti idamkan.
“...sesungguhnya perempuan yang baik itu untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik pula...” QS. An-Nur ayat 26.
Semoga berkenan dengan penjelasan yang singkat ini, jika ada salah dan khilaf ana mohon dimaafkan.
Wallahu A’lam

@Riri Suwandi.

KARISMA - #AssalamualaikumUkhti Part 2


#AssalamualaikumUkhti
“Ukhti Riri yang dirahmati Allah SWT, ana Zahra dari anggota KARISMA Depok, ana mau tanya ukh, sebenernya bagaimana sih hukum seorang Akhwat yang melukis tangannya dengan memakai henna atau daun pacar?. Apa dalam Islam itu ada ajarannya? ataukah sekedar budaya dari suatu daerah saja?. Sebelumnya ana ucapkan Syukran Katsir atas jawaban ukhti. Wassalam.
Wa’alaikumsalam warrahmatullahi wabarakatuh.
Saudariku, Ukhti Zahra yang selalu dalam lindungan Rahmat Allah Subhanahu Wa Ta”Alla.
Jazakillah atas pertanyaannya, dan untuk penjelasan tentang mewarnai kulit atau melukisnya dengan daun pacar.
Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu I/3/24, berkata : “Mewarnai kedua tangan atau kedua kaki dengan serbuk daun pacar adalah disunnahkan bagi wanita yang bersuami, berdasarkan hadits-hadits yang masyhur tentang hal itu”. Dalam hal ini An-Nawawi menunjuk pada hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud :
“Bahwasanya seseorang wanita bertanya kepada Aisyah Ra. tentang mewarnai kulit dengan serbuk daun pacar. Dia menjawab : Tidak apa-apa. Hanya saja aku tidak suka, karena Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam, tumpuan kasihku tidak menyukai baunya”. (Hadits ini juga diriwayatkan An-Nasa’i).
“Dari Aisyah Ra. berkata : Seseorang wanita mengacungkan tangan dari balik tabir (sedang ditangan wanita itu ada sebuah kertas bertulis) kepada Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam. Lalu Nabi mengepalkan tangan beliau dan bersabda : ‘Aku tidak tahu tangan seorang lelakikah (dibalik tabir itu) atau tangan seorang perempuan?’. Wanita itu menjawab : ‘Tangan seorang perempuan’. Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam bersabda : “Andaikan kamu perempuan, tentu kamu ubah warna kukumu”. Maksudnya dengan pewarna dari serbuk daun pacar”. HR. Abu Dawud dan An-Nasa’i.
Jadi kesimpulan yang bisa ana berikan, hukum mewarnai kulit atau kuku dengan serbuk daun pacar itu diperbolehkan, hanya saja seorang Akhwat diharamkan mewarnai kukunya dengan bahan cairan yang rekat menempel keras (kutek) karena akan menghalangi air untuk bersuci.
Demikian jawaban dari ana Ukhti Zahra, semoga bermanfaat. Dan jika ada salah atau khilaf ana mohon maaf. Salam untuk Akhwatfillah di Depok.
Wallahu A’lam

@Riri Suwandi

Kamis, 14 Januari 2016

Jalan Takdir - PROLOG


Prolog

Minggu pagi yang cerah, disebuah rumah tampak seorang pria tengah duduk di depan televisi yang sedang menyajikan berita.
“Mas, Mas Ahmad...?” panggil seorang wanita yang datang dari arah dapur, pada pria yang tengah duduk santai di sofa berulang kali, kini wanita berkerudung itu lebih mendekat dan menyentuh pundak sang pria. Meski wajahnya tertuju pada layar televisi yang tengah menyala dihadapannya, namun wanita itu tahu jika pria itu tidak sedang menyimak apa yang tersiar disana.
“Eh sayang, apa nasi gorengnya sudah siap?” respon pria itu kaget, sedari tadi ia memang tengah terbuai dalam alam pikirannya.
“Iya Mas, Mas lagi melamun ya? dari tadi aku panggil-panggil tidak menjawab, sarapannya sudah aku siapkan,” balas wanita bernama Mayang itu lagi, masih diposisi berdiri disamping sang pria. Ia memang telah selesai memasak menu sarapan pagi itu, yang walaupun mereka memiliki asisten rumah tangga dirumah, tapi bagi Mayang ia akan berusaha sebisa mungkin untuk melayani pria yang menjadi suaminya itu, sebaik yang dapat ia lakukan untuk menunjukkan kasih sayang dan perhatiannya. Walau itu hanya dilakukannya saat weekend saja, secara dihari lain keduanya akan disibukkan dengan rutinitas pekerjaan masing-masing.
“Maaf ya sayang, aku tadi lagi mikir sesuatu jadi tidak tahu kalau kamu panggil, sekarang kita makan yuk, aku sudah lapar habis lari tadi pagi,” sahutnya pada istrinya itu, lalu beranjak berdiri dan menuju ke arah ruang makan yang menjadi satu dengan dapur dirumah mereka.
“Sebenarnya apa yang sedang menganggu pikiran Mas? akhir-akhir ini aku lihat Mas sering  melamun?” tanya Mayang disela-sela menikmati sarapan bersama suaminya itu.
“Hanya masalah pekerjaan,” jawab Ahmad singkat.
“Mas ingat sudah berapa lama kita menikah?” lanjut istrinya.
“Kenapa kamu tanya begitu May?”.
“Apa Mas lupa kalau kita sudah hampir tiga tahun hidup bersama?, jadi aku bisa tahu kalau Mas sekarang sedang berbohong dan menyembunyikan sesuatu, beberapa hari belakangan ini aku mencoba untuk memberi Mas kesempatan untuk jujur dengan sendirinya, tapi sampai hari ini Mas masih mau memberitahu apa yang menganggu pikiran Mas itu?, apa peran aku sebagai istri sudah tidak bisa menjadi teman berbagimu lagi?” jelas Mayang dengan lemah lembut, ia tahu suaminya tengah memikirkan sesuatu yang bukan berkaitan dengan pekerjaannya, instingnya sebagai wanita yang sudah hidup serumah sekian lama dengan pria itu, tidak dapat diabaikan.
Mayang memang bukan tipe wanita yang suka menuntut sesuatu dengan mengebu, ia selalu bisa menahan dirinya. Mungkin hikmah dari shaum sunnah yang sering dikerjakannya sejak remaja dulu, mampu membentuk pribadinya yang penuh kesabaran seperti itu.
“Maafin Mas ya, sebenarnya aku tidak berniat menyembunyikan apapun dari kamu May, tapi Mas takut kalau sampai kamu tahu, kamu juga akan kepikiran,” balas suaminya yang hampir selesai menyantap menu sarapannya.
“Mas, bukan sudah selayaknya jika suami istri itu saling berbagi dalam segala hal?, entah itu suka atau duka, untuk saling membantu dan meringankan beban masing-masing,” Mayang pun tampak telah menghabiskan makanan yang ada di piringnya, ia meraih segelas air di sampingnya dan meneguknya sebelum kembali memperhatikan Ahmad yang duduk di hadapannya.
“Kamu memang istri aku yang sangat istimewa sayang, tapi kita shalat Dhuha dulu ya, setelah itu Mas janji akan menceritakan semua sama kamu,” sahut Ahmad seraya beranjak dari tempat duduknya yang kemudian diikuti oleh istrinya sembari mengumpulkan piring dan gelas bekas makan mereka tadi.
“Aku cuci piring dulu sebentar, Mas duluan ke musholanya,” sahut Mayang.
“Lho Mba Sumi mana? dari tadi tidak kelihatan, biasanya dia selalu membantu kalau kamu di dapur?”.
“Tadi waktu Mas berangkat lari pagi, Mba Sum berangkat ke pasar dan belum pulang,” jawabnya lagi seraya berlalu menuju ke tempat cuci piring.
“Oo...”.
“Sudah Mas Dhuha duluan saja, nanti aku menyusul...” lanjut Mayang tanpa menengok dan tetap asik dengan pekerjaannya mencuci.
“Iya sayang, ini juga aku sudah mau jalan,” balas suaminya sebelum berlalu meninggalkan ruang makan menuju ke mushola yang ada dirumah mereka.

***


Jalan Takdir - SINOPSIS


Sinopsis
Kehidupan biduk rumah tangga Ahmad Baihaqy dengan Mayang Lestari yang tenang dan tentram, akhirnya diterpa gelombang ujian. Bukan sekedar riaknya saja, melainkan bisa dikatakan sebagai ombak setengah tsunami. Bagaimana tidak?, sejak keduanya telah resmi menjadi suami istri, selama tiga tahun tidak pernah sekalipun ada konflik berarti yang terjadi dalam masa itu. Namun tiba-tiba satu peristiwa terjadi dan mengharuskan Mayang untuk rela berbagi suami dengan wanita lain, oleh sebab peristiwa tersebut.
Sontak hal itu memberikan dampak yang begitu besar bagi kehidupan perkawinannya. Selama ini banyak teman dan saudara yang merasa iri dengan rumah tangga mereka, lantaran keadaan rumah tangga keduanya selalu terlihat harmonis dan bahagia. Meski salah paham kecil dan sedikit rasa cemburu kerap muncul, secara mereka berdua memiliki kesibukan karirnya masing-masing.
Namun semua itu selalu dapat mereka atasi dengan baik, lantaran keduanya paham akan ilmu saling mengalah. Jadi jika salah satu dari mereka ada yang sedang keras hati lantaran emosi, maka yang lainnya akan mengalah dan bersikap lembut agar hati yang tengah membatu itu tidak sampai pecah. Atau dalam kata lain kehidupan yang mereka jalani didasari dengan sikap saling menerima dan memberi, hingga menimbulkan rasa saling melengkapi antara satu sama lainnya. Bukankah pasangan yang ideal dalam sebuah rumah tangga selalu harus begitu?.
Dan akhirnya dengan berat hati, Mayang pun menerima jalan takdir dalam hidupnya, dengan menerima kehadiran Sarah Azizah yang menjadi madunya. Seorang wanita yang pernah mengisi hati Ahmad dimasa lalu, namun jauh sebelum ia menikah dengan Mayang.
Lalu bagaimana kehidupan perkawinan poligami yang mereka jalani?, apakah yang akan terjadi selanjutnya dengan hubungan mereka bertiga?. Dan sebenarnya peristiwa apakah yang menyebabkan keadaan itu harus mereka lalui?. Temukan jawabannya disini, sebuah kisah berjudul “JALAN TAKDIR”....!!!


***

Selasa, 12 Januari 2016

The Secret - PROLOG


Prolog.

New York City, 2012.
“Malam ini kau akan menjadi milikku Mad,” bisik seorang pria di antara hingar bingarnya musik yang mengalun kencang di sebuah Club malam ternama. Sejak memasuki Club tadi pandangan mata pria itu memang hanya tertuju pada satu sosok wanita yang sengaja ia ikuti sejak wanita itu keluar dari apartemennya, untuk kemudian menghadiri acara reuni dengan teman-temannya di Club itu. Bukan tanpa alasan semua itu ia lakukan, akan tetapi semua dilandasi oleh rasa sakit hatinya pada sosok wanita itu yang telah menolak cinta dan lamarannya. Tampak wanita itu kini tengah bercengkrama dengan beberapa temannya, sesekali ia meneguk fruitpunch pesanannya karena memang ia tidak begitu suka dengan jenis minuman yang mengandung alkohol tinggi, meski usianya telah genap memasuki kepala tiga.
Pria yang biasa disapa dengan nama Jo itu sengaja mengambil tempat dilantai dua Club tersebut, dan tidak seperti kebiasaannya yang selalu ditemani beberapa wanita sexy di setiap kunjungannya. Akan tetapi malam itu ia memilih duduk sendiri dengan menolak beberapa wanita yang berusaha mendekat ke arah meja yang telah dipesannya. Hal itu ia lakukan semata-mata agar lebih leluasa mengawasi setiap gerak-gerik Madlyn-wanita yang tengah menjadi incarannya itu. Sementara sang Disc Jokey mulai beraksi dengan paduan musik menghentak yang lebih bersemangat dengan sesekali ia menyapa para pengunjung yang terlihat hampir memenuhi lantai dansa. Dan saat itu tampak Jo tengah memanggil seorang pelayan yang kebetulan lewat di hadapannya untuk mendekat padanya.
“Aku ada pekerjaan untukmu, dan aku akan membayarmu dengan layak tapi kau harus berhasil melakukannya dengan baik, apa kau setuju?” ucapnya setengah berbisik pada pria muda yang berprofesi sebagai pelayan penghantar minuman tersebut.
“Iya Tuan, apa yang dapat saya lakukan untuk anda?” balas pemuda itu.
“Kau lihat wanita dibawah itu, yang mengenakan gaun tanpa lengan berwarna hitam yang tengah bersama teman-temannya, ia duduk dekat Bar...” tunjuk Jo menginformasikan pada sang pelayan yang disambut dengan anggukan kepala.
“Buatlah minuman serupa dengan yang dinikmatinya dan tambahkan bubuk ini kedalam minuman itu sebelum kau memberikan padanya, dan pastikan ia meminumnya,” lanjut Jo menginstruksi seraya menyerahkan sebuah bungkusan plastik bening berisi bubuk putih ke tangan pelayan tadi.
“Dan ingat jangan sampai ada yang menghetahui tindakanmu, ini bayaranmu, sekarang pergilah dan jangan coba-coba menipuku kalau kau masih sayang nyawamu,” lanjutnya lagi yang juga disertai ancaman, sembari menyerahkan sebuah amplop yang dengan jelas terlihat berisi uang tunai karena bentuknya cukup tebal.
“Baik Tuan, saya mengerti, permisi” balas pelayan itu sebelum berlalu.
‘Bersiap-siaplah Mad, malam ini kita akan bersenang-senang’ batin Jo seraya menampakkan senyum jahatnya. Ia sangat berkeyakinan malam ini apa yang telah direncanakan jauh-jauh hari akan segera terlaksana, semua lantaran ia sudah terlalu lama mendamba wanita itu. Bukan sehari atau dua hari ia menguntit Madlyn namun hampir setiap hari selama setahun belakangan ini ia selalu memata-matai wanita yang sejak lama dipujanya itu, tapi sekaligus juga sangat dibencinya kini. Hingga ia memutuskan melaksanakan aksinya malam ini untuk merusak wanita itu dengan cara menjebak Madlyn untuk dapat menjadi miliknya walau hanya satu malam.
“Ayolah Mad, hanya segelas saja kau tidak akan mabuk, percaya padaku” desak Sarah, teman wanita tersebut yang sedari tadi tengah diapit oleh dua orang pria seperti kebiasaannya bila datang ke Club, seraya menawarkan segelas minuman yang baru saja ia tuang dari botol ketiga pesanannya.
“Benar Mad, ini sebagai bukti persahabatan kita,” sambung Christine teman lainnya yang tubuhnya sudah menjadi sasaran tangan jahil pria yang duduk disampingnya, terbukti dengan pakaiannya yang acak-acakan dan hampir memperlihatkan bagian tubuhnya yang seharusnya ia tutupi. Ia satu fakultas dengan Sarah, meski tidak begitu akrab tapi Madlyn cukup mengenalnya lantaran mereka pernah satu kampus dulu.
“C’mon Mad, jangan hanya meminum sari buah, jadikan malam ini pengecualian, bukankah kita sudah lama tidak bertemu” timpal Luise teman satu kampusnya juga namun lagi-lagi ia merupakan teman Sarah.
“Satu gelas saja Mad, please jangan ditolak, sekali-sekali kau butuh mabuk untuk melupakan rasa sakit atas kehilangan tunanganmu...” bujuk Sarah lagi yang tidak sengaja mengingatkan akan kesedihan Madlyn, mungkin karena ia sudah mulai mabuk. Sudah hampir delapan tahun ini Madlyn merasakan duka yang teramat dalam, akibat kematian Dastan-kekasihnya setelah hampir saja keduanya menikah, beberapa bulan sesudah kelulusan S2 mereka. Dan sejak saat itu pula hingga kini, Maddy selalu menjaga jarak dengan makhluk lawan jenisnya, karena ia masih belum bisa mengantikan sosok Dastan dihatinya.
“Sarah, sejak dulu kau memang tidak bisa menjaga mulutmu,” hardik Jessica sahabat yang cukup dekat dengannya dulu, namun setelah lulus kuliah mereka berpisah lantaran Jessy kembali ke Portland tempat orangtuanya tinggal, dan baru malam ini mereka semua mengadakan berkumpul setelah hampir delapan tahun terpisah dalam acara reuni yang diusulkan Sarah. Walau selama waktu tersebut mereka masih sesekali berkomunikasi dan saling menghetahui keadaan satu sama lain, meski jarak telah memisahkan mereka.
“Maaf Mad, aku tidak bermaksud...” ucap Sarah mengambang .
“Sudahlah tidak masalah, baiklah ini demi persahabatan kita dan untuk malam reuni kita, mari kita bersulang,” ucap Madlyn mencoba tegar seraya meraih dan meneguk minuman yang diberikan Sarah. Setelah itu ia kembali meminum minumannya sendiri lagi untuk menghilangkan rasa pahit vodka yang tidak pernah ia suka di mulutnya.
Hiruk-pikuk pengunjung Club itu bertambah ramai semakin malamnya, apalagi ditambah dentuman musik dengan irama menghentak sebagai pengiring para pengunjung yang sedari tadi masih asik memenuhi lantai dansa. Berpuluh pasangan muda-mudi, wanita-pria saling bergerak, mengoyangkan tubuh mereka mengikuti irama musik yang di pandu Disc Jokey, dengan gerakan tangan dan kaki yang tidak beraturan. Suasana bising disana membuat setiap orang terlena dengan dunianya masing-masing, sehingga sangat mendukung seseorang yang mempunyai niat buruk dapat terlaksana tanpa sepenghetahuan orang lain. Tidak lama kemudian tampak Madlyn yang mulai masuk ke dalam perangkap Jo, terbukti dengan gelas minuman yang diberikan oleh pelayan bayarannya tadi telah diteguknya, hingga menyisakan seperempat saja dari isi gelasnya.
“Bersiaplah Madlyn Antonio, aku akan menunggu sampai teman-temanmu itu lengah,” bisik Jo yang sejak tadi tidak melepaskan pandangannya dari sosok wanita itu.
Namun dibalik semua rencana yang telah ia susun dengan matang itu, Jo tidak menyadari jika dirinya pun tengah menjadi objek pengamatan oleh sesosok pria lain yang secara tidak sengaja menangkap gerak-gerik mencurigakan yang ia tunjukkan, ketika tadi sedang berbicara dengan pelayan yang dibayarnya. Pria tersebut duduk tidak jauh darinya, bersama seorang pengawal setianya yang duduk di dekatnya dan juga tiga orang wanita penghibur yang menemani acara minum mereka. Dan secara tidak langsung kelompok Madlyn yang menjadi objek pengawasan Jo itu kini juga telah menarik perhatiannya.
Kembali kelantai bawah, terlihat tiga orang dari teman Madlyn yang menjadi tampak beranjak pergi dengan masing-masing teman pria mereka, dan menyisakan ia dan Jessy yang sejak tadi terlihat sengaja menolak pria-pria yang mencoba mendekati mereka.
“Jes aku ke toilet sebentar ya?” ucap Madlyn pada Jessy yang sudah terlihat mabuk.
Dan melihat perubahan di wajah Jo, pria yang ikut memperhatikannya tadi jadi mengerti bahwa wanita bergaun hitam itulah target incaran Jo. Setelah menghetahui hal itu, maka ia berpamitan pada pengawalnya untuk turun ke lantai bawah dengan cara berbisik, dan meninggalkan para wanita yang sedari tadi coba merayunya pada sang pengawal.
“Mau kemana kau Mad?” tanya Jessy dengan tubuh yang terhuyung di sofa.
“Aku ke toilet dulu Jes, aku tidak akan lama” jawabnya kemudian.
“Ok tapi jangan lama-lama Mad, yang lain sudah pergi berkencan dengan one night stand mereka, kuharap kau satu-satunya sahabat yang masih mau menemaniku,” balas temannya yang bernama Jessica itu.
“Tampaknya kau sudah mabuk Jes, setelah aku kembali kita akan pulang, aku juga sudah merasa sedikit pusing,” sahutnya sebelum berlalu meninggalkan temannya yang terus meracau tidak jelas karena pengaruh alkohol yang tengah diminumnya sejak mereka tiba, entah sudah berapa gelas yang telah masuk ke dalam perutnya sepanjang malam itu.
‘Seharusnya aku tadi tidak menerima tawaran meminum vodka dari Sarah, mungkin sakit di kepalaku ini pengaruh dari minuman itu, tapi Sarah dan yang lain tadi sangat memaksaku untuk mencicipi minuman itu, ahh mengapa aku sebodoh ini?’ pikir wanita itu dalam perjalanannya ke toilet dengan sedikit terhuyung dan menyentuh kepalanya, dan ia tidak menyadari jika ada seorang pria dengan mata abu-abu tengah mengikutinya dari belakang dengan menjaga jarak darinya. Dan setelah wanita itu keluar dari dalam toilet, tiba-tiba saja serangan sakit dikepalanya semakin menjadi, dan juga ia merasa kedua kakinya sudah tidak kuat lagi menopang berat tubuhnya, hingga ia pun akhirnya kehilangan kesadaran dan terjatuh tepat di depan pintu toilet tersebut. Lalu dengan tidak berfikir lama pria yang berada dibelakangnya itu segera mengangkat tubuh lemah wanita itu menuju ke mobilnya melalui pintu belakang Club yang letaknya searah dengan toilet, namun sebelum ia mengemudikan mobilnya ia sempat menelpon seseorang.
“Brandon, tolong kau urus wanita mabuk yang tersisa di dalam tadi, gunakan taksi dan antarkan dia pulang sementara aku mengurus temannya...”.
“Siap Boss,” jawab suara diseberang telepon yang tak lain adalah pengawal setia dari pria bermata abu-abu itu.
Sementara di dalam Club tepatnya dilantai dua, Jo mulai tampak panik. Bagaimana tidak? karena sudah hampir setengah jam berlalu Madlyn belum juga kembali ke tempatnya, ditambah tadi ia melihat sesosok pria dengan tubuh kekar tengah mengendong teman wanitanya yang tengah tergeletak di sofa, dan membawanya pergi menuju pintu keluar Club. Maka dengan langkah tergesa Jo segera turun dan menuju ke arah toilet untuk mencari Madlyn, namun malam itu lagi-lagi kesialan yang ia dapatkan lantaran wanita tersebut sudah tidak ada di sana.


***

The Secret - Sinopsis


Sinopsis
Sudah tiga puluh tiga tahun, Madlyn Antonio menjalani kehidupannya dengan menyandang predikat sebagai putri tunggal miliyuner Jasper Antonio-pemilik Antonio Corps. Perusahaan multi-kinds industries, yang ketenarannya telah tersebar di dunia. Hal itu membuat ia selalu dikelilingi pria-pria kalangan atas yang mencoba merebut hatinya. Namun entah apa yang menjadi pertimbangannya untuk menolak mereka semua, dan kebanyakan pria-pria tersebut berasal dari anak-anak dari patner bisnis sang Papanya yang berusaha dijodohkan dengannya.
Sebagai satu-satunya kandidat yang akan mewarisi segala aset kekayaan keluarga Antonio seharusnya ia merasa bahagia sekaligus bangga, lantaran segala keinginannya dapat selalu terpenuhi. Tapi mengapa selalu ada kabut duka dan kesedihan yang mengelayut diwajah cantiknya jika harus membicarakan tentang pasangan hidup?. Meski hidup dalam gelimpangan harta yang melimpah Madlyn tidak merasa senang. Jabatan CEO yang disandangnya semakin membebani pikirannya, ditambah lagi permintaan kedua orangtuanya yang menginginkan ia segera menikah. Lalu siapakah sosok pria misterius bermata abu-abu yang selalu ditemuinya secara tidak sengaja disetiap saat-saat keterpurukannya?, hal itu menambah rasa ingin tahunya yang semakin menjadi-jadi untuk mencari segala informasi tentang pria itu. Namun secara tiba-tiba mengapa pula pria misterius bermata abu-abu yang dapat membuat jantungnya berdetak hebat itu harus menjadi orang yang sangat dibencinya?.
Siapakah sebenarnya pria bermata abu-abu bernama Cristhoper Harvest tersebut? dan masa lalu seperti apakah yang ada dibalik kehadirannya di perusahaan keluarga mereka dan membuat Mr. Jasper Antonio sangat berhutang budi?.



***

ZAHLIMA

BAB 1: PERTEMUAN DI ANTARA DUA NEGARA Zahlima Fahira, atau akrab disapa Za, berusia 30 tahun. Wanita kelahiran Bumi Etam—kalimantan—telah me...