Senin, 22 Juni 2026

ZAHLIMA

BAB 1: PERTEMUAN DI ANTARA DUA NEGARA

Zahlima Fahira, atau akrab disapa Za, berusia 30 tahun. Wanita kelahiran Bumi Etam—kalimantan—telah menetap lebih dari sepuluh tahun di Jakarta. Sebagai akhwat yang tenang, tertutup namun teguh pada prinsip, Za mengajar di sebuah lembaga pendidikan Islam sambil mengelola usaha jahitan busana muslimah. Hidupnya tertata rapi, namun ada sudut hati yang sering kali sepi. Pernah menikah muda dan berakhir perceraian beberapa tahun lalu, membuat Za memandang pernikahan bukan lagi sekadar kisah dongeng, melainkan tanggung jawab besar yang butuh kesiapan batin.

Siang itu di masjid pusat kegiatan dakwah, ia diperkenalkan oleh seorang sahabat lama kepada seorang pria yang baru datang dari luar negeri. Muhammad Jusef Khan, 27 tahun, berasal dari negara tetangga, memiliki wajah yang teduh, berbicara bahasa Indonesia dengan logat khas namun lancar, dan bekerja sebagai konsultan pengembangan pendidikan Islam.

Pertemuan ta’aruf itu berlangsung singkat namun penuh makna. Jusef menyampaikan niatnya dengan jelas: ingin mengenal Za lebih jauh untuk tujuan pernikahan. Za terkejut bukan main. Bukan hanya karena usia Jusef yang tiga tahun lebih muda, namun juga latar belakangnya yang terpelajar, berasal dari keluarga terpandang di negaranya, dan belum pernah menikah.

Sepanjang perjalanan pulang, Za merasa rendah diri. “Aku bukan gadis pertama, bukan juga muda sepertinya. Dia pasti salah paham,” batinnya. Ia hampir menolak niat itu sejak awal. Namun nasihat guru pembimbingnya membuatnya berpikir ulang: “Jangan menolak takdir sebelum kamu benar‑benar mengetahuinya, Za. Pertemuan ini pun tidak lepas dari rencana Allah.”

Minggu‑minggu awal komunikasi berjalan lewat pesan dan pertemuan terbatas yang diawasi wali. Jusef tidak pernah membahas latar belakang sosial atau usia sebagai pembeda. Ia justru tertarik pada pemikiran Za tentang pendidikan, ketabahannya, dan cara ia menjaga kehormatan diri. Sebaliknya, Za perlahan melihat ketulusan di balik pembawaan tenang Jusef, meski rasa ragu masih sering muncul.

ZAHLIMA

BAB 1: PERTEMUAN DI ANTARA DUA NEGARA Zahlima Fahira, atau akrab disapa Za, berusia 30 tahun. Wanita kelahiran Bumi Etam—kalimantan—telah me...