Selasa, 12 Januari 2016

When She Looking For Love - Prolog


PROLOG

“No body’s perfect say!” seru Amel satu sore saat ia berkunjung ke apartement Arini. Ketika itu mereka terlibat perbincangan sengit, yang disebabkan sahabatnya itu lagi-lagi menolak seorang laki-laki yang menyatakan suka bahkan cinta padanya, lantaran laki-laki itu masih kerabat jauh Amel yang coba dijodohkan dengan Arini.
“Kamu mau cari yang bagaimana lagi? Bayu itu kurang apa Ri?” tanya Amel lagi.
“Aku nggak tahu Mel, tapi aku nggak ngerasain apa-apa sama Bayu...” bantah Arini membela dirinya.
“Kalau mau mencari yang sempurna, mau sampai kapan pun nggak bakal kamu temuin Ri?, karena nggak ada laki-laki yang sempurna di zaman sekarang, Nabi Muhammad itu satu-satunya manusia sempurna di muka bumi ini, tapi Beliau juga tidak sempurna dimata istri-istrinya, karena pasti ada rasa sakit sebab cemburu diantara mereka, jadi bahagia atau tidaknya pasangan itu bukan karena pasangan itu sempurna tapi bagaimana keduanya bisa saling melengkapi dan menutupi kekurangan pasangannya?” Amel mulai mengeluarkan jurus ala Mama Dedeh, karena dia memang aktif mengikuti tausiyah ustadzah kondang itu di televisi.
“Mungkin memang aku belum ketemu sama jodoh aku Mel?” lanjut Arini sembari meraih remote televisi yang sedari tadi menyala namun diabaikan oleh mereka, lalu ia mencoba mencari-cari channel yang bisa menarik perhatiannya, hingga dapat sedikit mengalihkan pikirannya dari masalah jodoh yang selama ini selalu menyulitkannya. Terlebih jika sahabatnya itu sudah ikut campur.
“Terus sampai kapan kamu mau menunggu pangeranmu itu?, inget say umurmu sudah bukan remaja lagi, bulan depan kamu sudah tigapuluh, teman-teman kita sekolah dan kuliah dulu sudah pada punya anak, aku sendiri sudah tiga buntutnya, apa kamu nggak pengen ngerasain syurga dunia?, kalau sekali saja kamu tahu rasanya aku jamin pasti ketagihan deh,” sahut Amel lagi seraya mengoda sahabatnya itu dengan mengedipkan sebelah matanya setelah ucapannya.
“Dasar pikiranmu itu sudah terjangkit virus omes tingkat akut, kalau memang belum ada laki-laki yang cocok, yang di kirim Allah buat aku terus aku mau gimana Mel?”.
“Memang jodoh itu Allah yang mengatur Ri, tapi sebagai manusia kamu juga harus usaha, nggak mungkin jodoh kamu itu jatuh dari langit di depan kamu, terus gimana kamu mau cepet ketemu jodoh kamu?, kalau baru di deketi laki-laki kamu sudah kabur duluan, ada yang coba mengajak serius kamu tolak, aduh aku sampe binggung sendiri sama kamu Ri?” cerocos Amel terus menceramahi sahabat karibnya itu.
“Ok, aku mengaku kalau aku memang selalu menghindari mereka, tapi itu bukan berarti aku nggak mau nikah Mel, I want to be married you know?, aku juga nggak tahu kenapa sampai saat ini, aku belum merasa ikhlas untuk memilih diantara mereka-mereka itu buat aku jadiin pasangan hidup?, andai saja Oppa Won Bin yang ngelamar aku, pasti deh aku nggak pake acara mikir, di jamin langsung aku terima,” balas Arini dengan menghayalkan aktor korea yang menjadi idolanya.
“Yee, itu maunya kamu Ri, doi sih ogah kali?” protes Amel seraya melempar bantal sofa ke arah sahabatnya itu.
“Lho siapa tahu Mel Allah dengerin do’a aku?, bukan nggak mungkin kan kalau Oppa jodoh aku?, sudah ganteng, keren, baik...” lanjutnya setelah menangkap bantal yang dilempar Amel dengan sigap. Namun belum lagi selesai kata-kata yang diucapkannya, Amel dengan cepat memotongnya.
“Iya tapi doi nggak seiman, memang kamu mau punya suami beda agama?, dosa say” lagi-lagi pengaruh Mama Dedeh melekat pada Amel.
“Ah kamu Mel merusak imajinasiku saja, tapi iya juga sih, kita berbeda, oh Oppa andai saja kamu ditakdirkan jadi jodohku yang seiman, nomu nomu saranghae...”.
“Udah nggak usah kebanyakan menghayal, lagian angan kamu itu ketinggian, yang ada saja itu disyukuri bukan malah ditolak terus, pokoknya aku nggak mau tahu, Bunda kamu sudah memberikan aku wewenang untuk mencarikan kamu jodoh, dan sebelum tahun ini berakhir kamu sudah harus menikah, itu perintah beliau, jadi entah dengan pilihan yang aku ajukan atau pilihan kamu sendiri, pokoknya kamu harus segera mengakhiri statusmu sebagai jones, titik nggak pake koma!, dan karna sudah sore juga, jadi aku mau pulang dulu, sekalian mau jemput anak-anak di rumah eyangnya,” balas Amel dengan mengeluarkan jurus pamungkasnya yaitu ancaman maut.
“Iya deh, terserah kamu saja Bu, tapi ralat ya aku bukan jones, memang sih aku jomblo tapi aku nggak ngenes keles, aku mah jojoba, jomblo yang bahagia, hhe..he.., hati-hati ya dan salam buat jagoan-jagoanmu,”.


***

Prahara Hati - Sinopsis


Sinopsis

Kehidupan biduk rumah tangga Fahima Larasati, 21 tahun. Gadis yatim piatu yang dirawat dan dibesarkan di sebuah panti asuhan, dengan Salman Wijaya, 25 tahun- laki-laki yang berprofesi sebagai dokter itu terancam kandas dikarenakan oleh ibu mertuanya yang masih belum bisa menerima dan merestui dirinya yang bersanding dengan anak semata wayangnya itu.
Tidak hanya itu, satu demi satu tabir rahasia kehidupan Fahima terbuka, dan mengisahkan pengalaman baru yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Takdir hidupnya berubah dalam waktu yang singkat setelah jati diri yang sesungguhnya terkuak dan tentu saja menambah daftar permasalahan yang akan diri dan suaminya hadapi.
Kesabaran pasangan ini sangat diuji untuk mengukur kadar kekuatan cinta mereka, berbagai permasalahan yang keduanya terima akankah semakin mempererat hubungan diantara mereka atau bahkan sebaliknya? Dan benarkah jika kesabaran seseorang itu memiliki batasan? Mampukah pasangan Fahima dan Salman melewati badai yang melanda kehidupan pernikahan mereka?.
‘Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu?. Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan serta goncangan (dengan bermacam-macam cobaan)’. QS.02:214.


***

Kamis, 24 September 2015

Kajian Islami Part 6


Kajian  Islami
Pentingnya  Makanan  Halal
 By  :  Riri  Suwandi.

Bismillahirrahmanirrahiim .
Rasulullah  Shallaullahu Alaihi  Wasallam   bersabda  :  “  Wahai  sekalian  manusia  bertaqwalah  kepada  Allaah  Subhanahu  Wa Ta’ alla  dan  perbaguslah  usaha  mencari  rezeki  ,  karena  jika  tidak  akan  mati  sampai  sempurna  rezekinya  walaupun  kadang  agak  tersendat-sendat ,  Maka  bertaqwalah  kepada  Allaah  Subhanahu  Wa Ta’ alla  dan  perbaguslah  dalam  mengusahakannya ,  ambillah  yang  halal  dan  buanglah  yang  haram  “ . (  HR. Ibnu  Majah  dan  dishohihkan  Albani  dalam  shohih  Ibnu  Majah  no. 1741 )
Kelalaian  dalam  mencari  makanan  yang  halal  akan  berimbas  pada  proses  kabul  atau  tidaknya  sebuah  do’a ,  yang  mana  do’a  kaum  mukminin  itu   merupakan  senjata  bagi  setiap  muslim .
Rasulullah  Shallaullahu  Alaihi  Wasallam  bersabda :  “  Sesungguhnya  Allaah  Ta A’lla  itu  baik ,  dan  tidak  menerima  kecuali  yang  baik  “ .
Dan  bahwa  Allaah  Subhanahu  Wa Ta’ alla  memerintahkan  kepada  orang-orang  mukmin  dalam   firman-Nya :  “  Hai  Rasul-rasul  ,  makanlah  makanan  dari  yang  baik-baik  dan  kerjakanlah  amal  shaleh ,  Sesungguhnya  Aku  Maha  Menghetahui  apa  yang  kamu  kerjakan “  .  (  QS.  Al  Mu’minun :  51 ) .
“  Hai  orang-orang  yang  beriman ,  makanlah  diantara  rezeki  yang  baik-baik  yang  kami  berikan  kepadamu “  .  (  QS.  Al  Baqarah :  172  ) .
Kemudian  Beliau  Shallaullahu  Alaihi  Wasallam  menyebutkan  seorang  laki-laki  yang  kusut  warnanya  seperti  debu  mengulurkan   kedua  tangannya  kelangit  sambil  berdo’a :  ‘  Yaa  Rabb,  Yaa  Rabb ‘ .  sedang  makanannya  haram ,  minumannya  haram ,  pakaiannya  haram .  Ia  kenyang  dengan  makanan  yang  haram ,  maka  bagaimana  mungkin  orang  tersebut  dikabulkan  permohonannya . (  Dikeluarkan  oleh  Muslim  dalam  Az  Zakaah  no. 1015 ,  At  Tirmidzi  dalam  Tafsirul  Qur’an  no. 2989 ,  Ahmad  dalam  Baaqi  Musnad  Al  Muktsiirin  no. 1838 ,  dan  Ad  Darimi  dalam  Ar  Riqaaq  no. 2717  ) .
Seorang  ulama  besar  Yusuf  bin  Asbath  berkata  :  ‘  Telah  sampai  kepada  kami  bahwa  do’a  seseorang  hamba  ditahan  naik  kelangit  lantaran  buruknya  makanan (  makanannya  tidak  halal ) ‘ .  (  Jaamiul  Uluum  wa  Al  Hikam 1/275 ) .
Demikian  juga  sahabat  yang  mulia  Saad  bin  Abi  Waqqash  yang  terkenal  memiliki  do’a  mustajab ,  ketika  ditanya  mengenai  sebab  do’anya  doterima  beliau  berkata :  ‘  Aku  tidak  mengangkat  sesuap  makanan  ke  mulutku  kecuali  aku  menghetahui  dari  mana  datangnya  dan  dari  mana  ia  keluar ‘ . (  Jaamiul  Uluum  wa  Al  Hikam 1/275 ) .

Wallahu  A’lam .

Kajian Islami Part 5


Kajian  Islami
Mengenal  Adab  Makan  dan  Minum

By  :  Riri  Suwandi .

Bismillahirrahmanirrahim .
Berikut  ini  merupakan  beberapa  adab-adab  makan  dan  minum  yang  diajarkan  Rasulullah  Shallaullahu  Alaihi  Wasallam ,
1.       Mencuci  tangan  sebelum  makan  dan  sesudahnya .
Ibnu  Majah  dan  Al  Baihaiqi  meriwayatkan  dari  Anas  Raidaullahu  Anhu  bahwa  ia  berkata  :  Aku  mendengar  Rasulullah  Shallaullahu  Alaihi  Wasallam  bersabda :  “  Barangsiapa  menginginkan  agar  Allaah  Subhanahu  Wa Ta’Alaa  memperbanyak  kebaikan  rumahnya ,  maka  hendaklah  ia  berwudhu  ketika  santapannya  datang  dan  diangkat  “ .
2.       Membaca  Basmallah  sebelum  makan  dan  Hamdalah  sesudahnya .
Abu  Dawud  dan  Tirmidzi  meriwayatkan  dari  Aisyah  Raidaullahu  Anha  ia  mengatakan  bahwa  Rasulullah  Shallaullahu  Alaihi  Wasallam  bersabda  :  “  Apabila  salah  seorang  diantara  kamu  makan ,  hendaklah  ia  menyebut  Nama  Allaah  Ta’Alla (  Basmalah :  Bismillahirrahmannirrahiim  ) ,  Dan  apabila  ia  lupa  menyebut maka  hendaklah  ia  menyembut  Nama  Allaah  Ta’Alla  pada  awalnya  maka  hendaklah  ia  mengucapkan ‘  Bismillahi  Awwalahu  Wa  Aakhirahu (  dengan  menyebut  Nama  Allaah  pada  awal  dan  akhirnya  ) .
3.       Meneguk  minuman  tidak  sekaligus .
At  Tirmidzi  meriwayatkan  dari  Ibnu  Abbas  Raidaullahu  Anhu ,  bahwa  Rasulullah  Shallaullahu  Alaihi  Wasallam bersabda :  “  Janganlah  kalian  minum  dengan  sekali  teguk  seperti  unta  ,  tetapi  minumlah  dua  atau  tiga  teguk ,  dan  bacalah  Basmallah  jika  kalian  minum  dan  bacalah  Hamdalah  jika  kalian  selesai  minum  “ .
4.       Tidak  mencela  makanan  yang  tersaji .
Asy  Syaikani  meriwayatkan  dari  Abu  Hurairah  Raidaullahu  Anhu bahwa  ia  berkata :  “  Rasulullah  Shallaullahu  Alaihi  Wasallam  sama  sekali  tidak  pernah  mencela  suatu  makanan  pun ,  apabila  beliau  berselera  terhadap  makanan  itu  maka  beliau  memakannya  dan  jika  tidak  menyukainya  maka  beliau  meninggalkannya  “ .
5.        Makan  dengan  tangan  kanan  dan  ambilah  makanan  yang  terdekat .
Imam  Muslim  meriwayatkan  dari  Umar  bin  Abu  Salamah  Raidaullahu  Anhu  Ia  mengatakan  ‘  Pernah  aku  menjadi  seorang  budak  dibawah  pengawasan  Rasulullah  Shallaullahu  Alaihi  Wasallam  ketika  (  makan ) ,  tangan  ku  bergerak  ditempat  makanan ,  Rasulullah  Shallaullahu  Alaihi  Wasallam  menegurku “  Hai  anak ,  sebutlah  Nama  Allaah  , makanlah  dengan  tangan  kananmu  dan  makanlah  makanan  yang  terdekat  denganmu  “ .
6.        Dilarang   meniup  makanan .
At  Tirmidzi  meriwayatkan  dari  Ibnu  Abbas  Raidaullahu  Anhu  bahwa  “  Rasulullah  Shallaullahu  Alaihi  Wasallam  melarang  bernafas  di  dalam  bejana  atau  meniup  air  di  dalamnya ,  karena  meniup  dan  bernafas  ketika  minum  dapat  menimbulkan  bahaya  kesehatan   “ .  Dan  hal  ini  didukung  pula  oleh  penelitian  ilmiah  karena  saat  menghembuskan  nafas  manusia  akan  mengeluarkan  karbondioksida  yang  merupakan  racun  bagi  tubuh  kita .
7.        Makan  dengan  posisi  tegak .
Imam  Muslim  meriwayatkan  dari  Anas  Raidaullahu  Anhu bahwa  ia  berkata :  Aku  melihat  Rasulullah  Shallaullahu  Alaihi  Wasallam ,  duduk  tegak  ketika  memakan  buah  kurma .
8.       Dianjurkan  berbincang-bincang  ketika  makan .
Imam  Muslim  meriwayatkan  dari  Jabir  Raidaullahu  Anhu  bahwa  Rasulullah  Shallaullahu  Alaihi  Wasallam  bertanya  kepada  keluarganya  tentang  lauk  pauk  ,  mereka  menjawab ,  kita  tidak  punya  sesuatu  selain  cuka .  Beliau  Shallaullahu  Alaihi  Wasallam  memintanya  dan  memakannya  sedikit  ,  seraya  bersabda :  “  Ya  lauk  pauk  adalah  cuka ,  Ya  lauk  pauk  adalah  cuka “  .
9.        Dianjurkan  duduk  ketika  makan  dan  minum .
Imam  Muslim  meriwayatkan  dari  Anas  Raidaullahu  Anhu  dari  Rasulullah  Shallaullahu  Alaihi  Wasallam  bahwa  Beliau  Shallaullahu  Alaihi  Wasallam  melarang  seseorang  untuk  minum  sambil  berdiri ,  Qatadah  berkata  kemudian  kami  bertanya  kepada  Anas  tentang  makan  Ia  menjawab  bahwa  itu  lebih  buruk .
1.     Jangan  kekenyangan .
Imam  Ahmad  ,  At  Tirmidzi , dan  lainnya  meriwayatkan  dari  Rasulullah  Shallaullahu Alaihi  Wasallam   bahwa  Beliau  Shallaullahu  Alaihi  Wasallam  bersabda  :  “  Tidak  ada  suatu  tempat  hunia  anak  Adam  Alaihi wa Sallam  yang  lebih  buruk  daripada  perutnya ,  Cukuplah  bagi  anak  Adam  Alaihi  wa  Sallam  beberapa  suap  saja  ,  sekedar  dapat  menegakkan  tulang  punggungnya .  Jika  terpaksa  ia  harus  berbuat  maka  hendaknya  1/3  diisi  untuk  makanannya  dan  1/3  untuk  minumannya  serta  1/3  lagi  diisi  untuk  nafasnya  “  .
Demikian  beberapa  pemaparan  tentang  adab-adab  yang  perlu  diperhatikan  bagi  seorang  muslim  dalam  hal  makan  dan  minum .

Wallahu  A’lam .  

Kajian Islami Part 4


Kajian  Islami

Memotong  Kuku  yang  Baik  menurut  Islam

By  :  Riri  Suwandi .

Bismillahirrahmanirrahim .
Menurut  penelitian-penelitian  kedokteran  mengungkapkan  kepada  kita  bahwa  kuku  yang  panjang  dapat  mengundang   penyakit , karena  jutaan  kuman  akan  bersarang  di  bawahnya .  Untuk  itu  kita  dianjurkan  agar  selalu  memotong  kuku  tersebut  ,  baik  untuk  jari-jari  tangan  maupun  jari-jari  kaki .
Islam  mengatur  tentang  bagaimana  cara  memotong  kuku  yang  baik  menurut  syariat  yang  dapat  kita  jadikan  rujukan  agar  setiap  hal  yang  kita  lakukan  dalam  kehidupan  sehari-hari  dapat  dinilai  sebagai  ibadah .
Hal  pertama  yang  harus  diperhatikan  adalah  mengenai  pemilihan  hari , dan  hari  yang  baik   buat  memotong  kuku  adalah  hari  senin ,  kamis ,  dan  jum’at .  Kenapa ?  karena  hari-hari  tersebut  merupakan  hari  yang  sering  digunakan  untuk  melakukan  ibadah  sunnah .
Adapun  tata  cara  atau  urutan  memotong  kuku  yang  dianjurkan  adalah  sebagai  berikut :
Untuk  Jari-jari  tangan .
1.       Dimulai  dari  jari  telunjuk  tangan  kanan .
2.       Lalu  jari  tengah  tangan  kanan .
3.       Lanjut  jari  manis  tangan  kanan .
4.       Terus  ke  jari  kelingking  tangan  kanan , ( tinggalkan  ibu  jari  tangan  kanan  dulu  ) .
5.       Dilanjutkan  langsung  ke  jari  kelingking  tangan  kiri .
6.       Kemudian  jari  manis  tangan  kiri .
7.       Lalu  jari  tengah  tangan  kiri .
8.       Terus  ke   jari   telunjuk  tangan  kiri .
9.       Selanjutnya  ibu  jari  tangan  kiri  baru  kemudian  terakhir  ibu  jari  tangan  kanan .
Untuk  Jari-jari  kaki .
1.       Dimulai  dari  jari  kelingking  kaki  kanan .
2.       Lalu  jari  manis  kaki  kanan .
3.       Lanjut  jari  tengah  kaki  kanan .
4.       Terus  ke  jari  telunjuk  kaki  kanan .
5.       Kemudian  ibu  jari  kaki  kanan .
6.       Dilanjutkan  ibu  jari  kaki  kiri .
7.       Lalu  jari  telunjuk  kaki  kiri .
8.       Terus  ke  jari  tengah  kaki  kiri .
9.       Lanjut  jari  manis  kaki  kiri .
10.    Dan  terakhir  jari  kelingking  kaki  kiri .
Dan  untuk  petunjuk  berikutnya  yaitu  mengenai  tata  cara  menyingkirkan  sisa-sisa  kuku  yang  telah  terpotong  yaitu  dengan  cara  dikuburkan ,  sebagaimana  sabda  Rasulullah  Shalaullahu  Alaihi  Wasallam ,  dia  dalam  kitab  tafsir  Al  Qurtubhi  bahwa  Al  hakim  At  Tirmidzi  menyebutkan  di  dalam  kitab  Nawadir  Al  Ushul :
“  Potonglah  kuku-kuku  kalian  dan  kuburkanlah  potongan-potongan  kuku  kalian ,  bersihkan  sela-sela  jari  kalian ,  bersihkan  gusi  kalian  dari  makanan  dan  gosoklah  gigi  kalian .  Janganlah  kalian  mendekatiku  dengan  mulut  yang  bau  “  .
Demikianlah  apa  yang  telah  dianjurkan  dalam  syariat  mengenai  tata  cara  memotong  kuku  yang  baik ,  semoga  bermanfaat .

Wallahu  A’lam .

Sabtu, 12 September 2015

Kajian Islami Part 3 .




Kajian  Islami




Kunci  Syurga  Muslimah

By  :  Riri  Suwandi .

Bismillahirrahmanirrahim .
Syurga  adalah  merupakan  tempat  idaman  dan  harapan  setiap  orang  beriman ,  tempat  dimana  akhir  perjalanan  bagi  semua  orang  yang  taat  dan  patuh  kepada  Allaah  Subhanahu  Wa  Ta’alla  dengan  menjalankan  perintah-Nya ,  dan  menjauhi  larangan-Nya .
Untuk  menggapai  syurga ,  maka  penting  seseorang  untuk  menghetahui  kunci  yang  dengannya  dapat  membuka  pintu  syurga  dan  masuk  kedalamnya .
Dalam  hal  ini , Rasullullahu  Shallaullahu  Alaihi  Wasallam  pernah  menyebutkan  kunci  surga  yang  khusus  di  sediakan untuk para wanita yang kebanyakan kelak menjadi penghuni neraka, sebagaimana yang pernah di nyatakan oleh beliau. Dengan meraih kunci ini, niscaya dia tidak termasuk  kedalam  golongan wanita penghuni  neraka.
Rasullullahu  Shallaullahu  Alaihi  Wasallam  telah  merangkum  kunci  surga  muslimah  dalam  empat  perkara , dari  Abdurrahman  bin  Auf  berkata , Rasullullahu  Alaihi  Wasallam bersabda, 
  Jika  seorang  wanita  menjaga solat  lima waktu, berpuasa  pada  bulannya , menjaga  kehormatannya  dan  menaati  suami  nya ,  niscaya  dia  masuk  surga  dari  pintu  mana  saja  yang  di  inginkan  “ . ( HR.  Ahmad  nomor  1661 , Hadits  Hasan  Lighairihi ). 
Jadi  jika  seorang  wanita  ingin  masuk  ke  dalam  syurga  yang  menjadi  dambaannya  maka  diharuskanlah  mereka  untuk  dapat  memiliki  kunci-kunci  tersebut  diatas .
Wallahu  A’lam .

Kajian Islami Part 2 .




Kajian  Islami 


JILBAB
By  :  Riri  Suwandi .

Bismillahirrahmanirrahim .
Ada  pendapat  yang  menyatakan  :    Jilbab  itu  tidak  ada  urusannya  dengan  syariat ,  sebab  jika  menjalankan  syariat  itu   lebih  penting ,  mestinya  orang  sadar  bahwa  menjaga  mulut  agar  tidak  menfitnah  atau  menggunjing  dll  itu  lebih  penting  daripada  sekedar  menutup  rambut   .
Dan   jika  kita  berbicara  masalah  Jilbab ,  itu  berarti  kita  membicarakan  sesuatu  yang  pokok  dan  fundamental  dalam  Islam .  Sebab ,  Jilbab  itu  berkaitan  erat  dengan  aurat  wanita  yang  ketentuannya  telah  ditetapkan  dalam  Al-Qur’an ,  bahkan  Hadits  yang  keduanya  menerangkan  tentang  Jilbab  dengan  keterangan  yang  bersifat  qaht’i  atau  jelas ,  jadi  disini  kedudukan  Jilbab  itu  sama  dengan  wajibnya  mengerjakan  shalat  lima  waktu ,  shaum  ramadhan  dll .  Sedangkan  mengingkari  wajibnya  Jilbab  bisa  mengakibatkan  jatuhnya  seseorang  pada  kekafiran ,  dan  jika  meninggalkan  bukan  karena  ingkar  tapi  lebih  terpengaruh  dengan  arus  budaya  asing  itu  merupakan  perbuatan  yang  menjerumus  kearah  maksiat  dan  itu  sangat  dilarang .
Ketentuan  hukum  tentang  pakaian  wanita  di  dalam  Al-Qur’an  secara  khusus  telah  diatur  dalam  QS  :  An- Nur  ayat  31  dan  Al-Ahzab  ayat  59 , disamping  ada  juga  Hadits  yang  cukup  jelas  menerangkan  tentang  perihal  ini .
  Hai  Nabi  katakanlah  kepada  istri-istrimu ,  anak-anak  perempuanmu ,  istri-istri  orang  mu’min :     Hendaklah  mereka  mengulurkan  jilbabnya  ke  seluruh  tubuh  mereka  ‘ , yang  demikian  itu  supaya  mereka  lebih  mudah  untuk  dikenal ,  karena  itu  mereka  tidak  diganggu .  Dan  Allaah  Subhanahu Wa Ta’alla  adalah  Maha  Pengampun  lagi  Maha  Penyayang  . QS . 33 :  59 .
Menurut  kamus ‘ Lisanul Arab ‘ disebutkan  bahwa  Jilbab  adalah  pakaian  yang  lebih  luas  daripada  kerudung ,  bukan  jubah  yang  dipakai  wanita  untuk  menutup  kepala  dan  dadanya  .
Dalam  Tafsir  Jalalain ,  menjelaskan  bahwa  Jilbab  itu  adalah  pakaian  yang  menyelimuti  seluruh  bagian  tubuh  wanita .
Kata  Ibnu  Abbas ,      Istri-istri  kaum  mu’min  diperintahkan  menutup  kepala  dan  muka  mereka  dengan  Jilbab ,  kecuali  matanya  agar  diketahui  bahwa  ia  adalah  wanita  merdeka “ .
Terjemahan  DEPAG  juga  menyebutkan  hal  yang  sama  yaitu  Jilbab  merupakan  baju  kurung  yang  lapang  yang  menutupi  kepala ,  muka  dan  dada .
Kemudian  selanjutnya  Al-Qur’an  secara  khusus  lagi  menyebutkan  :    ...  dan  hendaklah  mereka  menutup  kain  kerudung  kedada  mereka ...,  dan  janganlah  menampakkan  perhiasan  mereka  “ . QS . 24  :  31 .
Jadi  dapat  disimpulkan  disini  bahwa  pemaknaan  tentang  Jilbab  itu  bukanlah  hanya  sebatas  selembar  kain  yang  digunakan  untuk  menutupi  rambut  dikepala  seorang  wanita  muslimah  melainkan  lebih  khusus  dimaknai  dengan  penutupan  aurat  wanita  itu  sendiri  yang  telah  dijelaskan  terperinci  diatas .
Wallahu  A’lam .

ZAHLIMA

BAB 1: PERTEMUAN DI ANTARA DUA NEGARA Zahlima Fahira, atau akrab disapa Za, berusia 30 tahun. Wanita kelahiran Bumi Etam—kalimantan—telah me...